Prodi S1 Geofisika Unesa Perkuat Mutu Kurikulum melalui Lokakarya FPPGI di Universitas Pertamina
Forum nasional ini mempertemukan pengelola program studi, organisasi profesi, dan pakar akreditasi untuk memperkuat implementasi capstone design serta basic science dalam pendidikan geofisika.
JAKARTA - Program Studi S1 Geofisika Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya (FMIPA Unesa)
berpartisipasi dalam Lokakarya “Capstone Design dan Basic Science dalam
Perspektif Akreditasi LAM untuk Geofisika” yang diselenggarakan oleh Forum
Penyelenggara Pendidikan Geofisika Indonesia (FPPGI). Kegiatan berlangsung di
Universitas Pertamina pada 23-24 Juli 2026 dan diikuti oleh para koordinator
program studi Geofisika dan Teknik Geofisika dari berbagai perguruan tinggi di
Indonesia.
Prodi S1 Geofisika Unesa diwakili oleh
Koordinator Program Studi, Muhammad Nurul Fahmi, M.Si. Kehadiran tersebut
menjadi bagian dari komitmen program studi untuk terus memperkuat mutu
kurikulum, pembelajaran berbasis capaian, dan kesiapan menghadapi penjaminan
mutu serta akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).
Forum Strategis
Pendidikan Geofisika Indonesia
Lokakarya menghadirkan Dr. Ir. Muhammad
Burhannudinnur, M.Sc., IPU, ASEAN Eng. sebagai narasumber, Presiden Himpunan
Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Dr. Ir. Dedi Yusmen, MBA, M.Esy., serta Ketua
FPPGI Dr. Sudarmaji, M.Si. Kehadiran unsur akademisi, organisasi profesi, dan
pengelola program studi menjadikan kegiatan ini sebagai ruang strategis untuk
menyelaraskan kebutuhan pendidikan tinggi geofisika dengan standar mutu,
perkembangan keilmuan, dan kebutuhan dunia kerja.
Pembahasan lokakarya berfokus pada posisi
capstone design sebagai pengalaman belajar integratif di akhir masa studi.
Melalui capstone design, mahasiswa diharapkan mampu menggabungkan pengetahuan
dasar, metode geofisika, keterampilan pengolahan dan interpretasi data,
kemampuan komunikasi ilmiah, kerja tim, serta penyelesaian masalah nyata secara
terstruktur dan bertanggung jawab.
Gambar 2. Narasumber, pengurus FPPGI,
dan perwakilan Koordinator Program Studi Geofisika dan Teknik Geofisika dari
berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Basic Science
sebagai Fondasi Kompetensi Lulusan
Selain capstone design, lokakarya
menegaskan pentingnya basic science sebagai fondasi pendidikan geofisika.
Penguasaan matematika, fisika, komputasi, dan ilmu kebumian diperlukan agar
mahasiswa tidak hanya terampil menggunakan perangkat atau perangkat lunak,
tetapi juga mampu memahami prinsip fisis, menilai kualitas data, memilih metode
yang tepat, dan mempertanggungjawabkan hasil interpretasinya secara ilmiah.
Dalam konteks akreditasi LAM, keterkaitan
antara basic science, mata kuliah keahlian, kegiatan praktikum, pengalaman
lapangan, penelitian, dan capstone design perlu tergambar secara konsisten
dalam kurikulum. Keselarasan tersebut mencakup rumusan profil lulusan, capaian
pembelajaran lulusan, metode asesmen, bukti ketercapaian kompetensi, serta
mekanisme evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
|
Makna
bagi Prodi S1 Geofisika Unesa Hasil lokakarya menjadi masukan penting untuk meninjau
kesinambungan antara mata kuliah dasar, kompetensi geofisika, pembelajaran
berbasis proyek, tugas akhir, dan capstone design, sekaligus memperkuat
dokumentasi bukti mutu dalam proses akreditasi. |
Mendukung
Pencapaian Sustainable Development Goals
Partisipasi Prodi S1 Geofisika Unesa dalam
forum ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan
kurikulum dan sistem pembelajaran mendukung terciptanya pendidikan geofisika
yang inklusif, relevan, adaptif, dan berorientasi pada kompetensi. Kolaborasi
antarprogram studi dan organisasi profesi juga memperluas pertukaran praktik
baik serta memperkuat jejaring pendidikan geofisika secara nasional.
|
SDG 4 |
Pendidikan Berkualitas Peningkatan mutu kurikulum, pembelajaran berbasis capaian,
asesmen kompetensi, dan pengalaman belajar integratif melalui capstone
design. |
|
|
SDG 9 |
Industri, Inovasi, dan Infrastruktur Pengembangan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan persoalan
geofisika melalui sains dasar, teknologi, komputasi, dan inovasi berbasis
proyek. |
|
|
SDG 17 |
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, FPPGI, HAGI,
pakar, dan pemangku kepentingan untuk memajukan pendidikan geofisika
Indonesia. |
|
|
Tindak Lanjut untuk Penguatan Program Studi Hasil lokakarya akan menjadi bahan refleksi dalam
pengembangan kurikulum, terutama untuk memperkuat keterhubungan basic
science, mata kuliah keahlian, pembelajaran berbasis proyek, capstone design,
dan asesmen kompetensi. Melalui partisipasi aktif dalam FPPGI, Prodi S1
Geofisika Unesa terus memperluas kerja sama antarinstitusi dan berbagi
praktik baik untuk menghasilkan lulusan yang berlandaskan sains kuat,
profesional, inovatif, serta siap berkontribusi pada mitigasi bencana dan
pembangunan berkelanjutan. |
Gambar 3. Foto bersama peserta pada penutupan Lokakarya FPPGI. |
|