Rumpun Fisika FMIPA Unesa Perkuat Literasi Koding, AI, dan Kesiapsiagaan Bencana di Probolinggo
Kegiatan PkM di SMKS Mater Dei mempertemukan dosen, mahasiswa, guru fisika, dan siswa dari Kota serta Kabupaten Probolinggo dalam pembelajaran sains berbasis proyek.
PROBOLINGGO — Rumpun Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam Universitas Negeri Surabaya (FMIPA Unesa) menyelenggarakan Program
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMKS Mater Dei, Probolinggo, pada 20 Juli
2026. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Sains Berbasis
Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Meningkatkan Literasi, Inovasi,
Prestasi, dan Kesiapsiagaan Bencana”.
Kegiatan dilaksanakan melalui
kolaborasi dengan MGMP Fisika SMA Kota/Kabupaten Probolinggo dan diikuti oleh
guru fisika serta siswa dari wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo. Kolaborasi
ini menjadi ruang berbagi praktik baik antara perguruan tinggi, sekolah, dan
komunitas guru untuk memperluas pemanfaatan koding serta kecerdasan artifisial
dalam pembelajaran sains.
Pembelajaran paralel untuk guru dan siswa
Pelaksanaan PkM dirancang dalam beberapa kelas paralel
sesuai kebutuhan peserta. Para guru mengikuti materi pemanfaatan kecerdasan
artifisial untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran
yang difasilitasi oleh tim Program Studi S-1 Pendidikan Fisika. Sementara itu,
siswa mengikuti pembelajaran berbasis proyek yang dikembangkan oleh tim Program
Studi S-1 Geofisika dan Program Studi S-1 Fisika.
Pendekatan paralel tersebut
memungkinkan materi disesuaikan dengan konteks pengguna. Guru memperoleh
penguatan pedagogis dan wawasan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran,
sedangkan siswa dilibatkan secara langsung dalam aktivitas yang menuntut logika,
kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Gambar 2. Siswa mengikuti praktik koding secara berkelompok
di laboratorium komputer SMKS Mater Dei dengan pendampingan tim pelaksana.
Dalam sesi praktik, siswa tidak hanya menerima penjelasan
konseptual, tetapi juga menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah melalui
antarmuka digital. Aktivitas ini diarahkan untuk melatih kemampuan berpikir
komputasional, yaitu memecah persoalan menjadi bagian yang lebih sederhana,
mengenali pola, menyusun algoritma, serta mengevaluasi hasil program.
Proyek Geofisika: dari logika koding menuju kesiapsiagaan
bencana
Program Studi S-1 Geofisika mengusung kegiatan berjudul
“Penguatan Literasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) Berbasis Proyek bagi
Siswa SMA di Kota Probolinggo”. Tim kegiatan diketuai oleh Muhammad Nurul
Fahmi, M.Si., dengan anggota Arie Realita, M.Si.; Dr. rer. nat. Wafa Maftuhin,
M.Sc.; dan Prof. Dr. Madlazim, M.Si.
Materi dirancang agar koding
dan kecerdasan artifisial dipahami melalui persoalan yang dekat dengan bidang
geofisika dan mitigasi bencana kebumian. Siswa berlatih mengatur gerak robot
virtual pada sistem koordinat untuk menyelesaikan misi, menghindari rintangan,
mencapai titik tujuan, serta menentukan urutan langkah yang paling efektif.
|
Pembelajaran berbasis proyek menghubungkan konsep
koding dengan persoalan nyata, sehingga siswa dapat melihat bahwa algoritma
bukan sekadar susunan perintah, melainkan alat untuk merancang keputusan yang
sistematis, efisien, dan dapat diuji. |
Gambar 3. Dosen dan mahasiswa pendamping membimbing siswa
menyelesaikan proyek koding yang mengintegrasikan konteks geofisika dan
mitigasi bencana.
Skenario pada simulator mencakup topik mitigasi bencana
dan geofisika, antara lain gempa bumi, banjir, tsunami, logistik kebencanaan,
survei geofisika, sensor, pengeboran, serta pemetaan. Dengan konteks tersebut,
peserta belajar bahwa pengolahan informasi spasial, pemilihan rute, penentuan
prioritas, dan evaluasi risiko dapat dikembangkan melalui pemikiran
komputasional.
Gambar 4. Tim pelaksana dan mahasiswa pendamping Program
Studi S-1 Geofisika berfoto bersama setelah menyelesaikan sesi pelatihan bagi
siswa.
Media interaktif untuk memperkuat pengalaman belajar
Salah satu media yang digunakan ialah Simulator Berpikir
Komputasional bertema Robot Grid Coder. Melalui peta koordinat, papan tugas,
blok program, dan fitur evaluasi, siswa dapat menyusun urutan gerak robot untuk
menyelesaikan misi. Umpan balik berupa skor, jumlah langkah, serta keberhasilan
mencapai tujuan membantu peserta melakukan perbaikan secara mandiri.
Pada skenario kebencanaan,
siswa harus membaca kondisi pada peta, mengenali area yang tidak dapat
dilewati, memilih jalur aman, dan menyusun program yang ringkas. Aktivitas
tersebut mempertemukan konsep matematika, fisika, geofisika, teknologi, dan
pengambilan keputusan dalam satu pengalaman belajar yang kontekstual.
Gambar 5. Tampilan Simulator Berpikir Komputasional “Robot
Grid Coder” yang memuat skenario mitigasi bencana, geofisika, dan eksplorasi
sebagai konteks latihan koding.
Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Pelaksanaan PkM ini memperkuat kontribusi FMIPA Unesa
terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals
(SDGs). Kegiatan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga
mendorong inovasi pembelajaran, peningkatan kapasitas masyarakat pendidikan,
dan penguatan jejaring kemitraan.
|
SDG
4 — Pendidikan Berkualitas Meningkatkan
literasi digital, koding, kecerdasan artifisial, dan kompetensi pemecahan
masalah bagi guru serta siswa. |
SDG
9 — Industri, Inovasi, dan Infrastruktur Mendorong
pemanfaatan media digital dan simulator interaktif sebagai inovasi
pembelajaran sains berbasis proyek. |
|
SDG
11 — Kota dan Permukiman Berkelanjutan Menguatkan
pemahaman kesiapsiagaan dan pengambilan keputusan dalam menghadapi bencana
kebumian. |
SDG
17 — Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Mempererat sinergi
antara perguruan tinggi, SMKS Mater Dei, dan MGMP Fisika SMA Kota/Kabupaten
Probolinggo. |
Memperluas dampak pembelajaran sains
Melalui kegiatan ini, Rumpun Fisika FMIPA Unesa menegaskan pentingnya pembelajaran sains yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Literasi koding dan kecerdasan artifisial diposisikan sebagai sarana untuk memperkuat penalaran, inovasi, prestasi, dan kesiapsiagaan, bukan sekadar keterampilan menggunakan perangkat digital.
Kolaborasi bersama MGMP Fisika SMA Kota/Kabupaten Probolinggo diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan program berkelanjutan, termasuk pendampingan media pembelajaran, penguatan kapasitas guru, dan perluasan proyek sains kontekstual bagi siswa di wilayah Probolinggo.
Dokumentasi: Tim PkM Rumpun Fisika FMIPA Unesa